Cara Mengukur Railing Tangga Besi Tempa untuk Perhitungan Meter Lari | LAMHAR
Sebelum menghitung kebutuhan railing tangga besi tempa, salah satu hal terpenting adalah mengetahui panjang bidang yang akan dipasang railing. Pada pekerjaan custom, perhitungan awal sering menggunakan meter lari, yaitu panjang jalur railing mengikuti bentuk tangga.
Pengukuran tidak hanya melihat jumlah anak tangga. Posisi trap awal, bordes, belokan, void, bidang datar, tiang master, dan pegangan tangan juga perlu diperhatikan agar perhitungan lebih sesuai dengan kondisi lokasi.
Apa yang Dimaksud Meter Lari Railing Tangga?
Meter lari adalah ukuran panjang mengikuti jalur railing yang akan dibuat. Untuk railing tangga, pengukuran dilakukan sepanjang bidang dari titik awal sampai titik akhir yang termasuk dalam pekerjaan.
Karena bentuk tangga dapat berbeda-beda, panjang railing tidak selalu sama dengan panjang lantai apabila dilihat secara horizontal. Jalur railing perlu mengikuti kemiringan dan bentuk tangga yang sebenarnya.
Mulai dari Trap Awal Tangga
Tentukan terlebih dahulu titik awal pemasangan railing. Biasanya pengukuran dimulai dari bagian bawah tangga yang akan menerima panel railing pertama.
Dari titik tersebut, panjang mengikuti jalur naik tangga sampai mencapai bordes, lantai atas, atau void sesuai ruang lingkup pekerjaan.
Hitung Setiap Bidang Secara Terpisah
Jika tangga mempunyai beberapa arah, lebih mudah apabila setiap bidang diukur secara terpisah terlebih dahulu.
Contohnya:
- bidang tangga pertama;
- bidang bordes;
- bidang tangga kedua;
- railing pada area void;
- bidang datar pada lantai atas.
Setelah semua bidang diketahui, panjangnya dapat dijumlahkan untuk memperoleh perkiraan total meter lari.
Jangan Lupakan Bordes
Bordes merupakan bidang datar yang menghubungkan bagian tangga. Apabila sisi bordes membutuhkan railing, panjang tersebut juga termasuk dalam kebutuhan pekerjaan.
Pada tangga berbentuk L atau U, keberadaan bordes dapat membuat pembagian panel dan posisi tiang berbeda dibanding tangga lurus.
Mengukur Area Void
Void adalah area terbuka pada lantai atas yang sering membutuhkan railing sebagai pembatas. Jika railing tangga dilanjutkan sampai mengelilingi sebagian area void, panjang bidang tersebut perlu dihitung terpisah.
Karena bidang void biasanya datar, cara pengukurannya berbeda dengan bidang railing yang mengikuti kemiringan tangga.
Tiang Master Dihitung Terpisah
Selain panjang railing, beberapa desain membutuhkan tiang master pada titik awal, akhir, bordes, atau posisi tertentu lainnya.
Jumlah dan model tiang master bergantung pada desain dan kondisi tangga. Karena itu, pada perhitungan produk LAMHAR, tiang master dapat dihitung per unit dan tidak otomatis menjadi bagian dari harga meter lari railing.
Pegangan Tangan Juga Perlu Ditentukan
Pegangan tangan dapat menggunakan material yang berbeda dari rangka railing. Pilihan dapat berupa kayu, pipa propilan, hollow propilan, marmer, atau material lain sesuai desain.
Jenis pegangan tangan perlu diketahui sejak awal karena bentuk, ukuran, sambungan, dan materialnya dapat mempengaruhi biaya pekerjaan.
Desain Mempengaruhi Perhitungan Harga
Dua railing dengan panjang yang sama belum tentu mempunyai harga yang sama. Hal ini karena desain menentukan jumlah material dan tingkat pengerjaan yang diperlukan.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga antara lain:
- panjang meter lari;
- jenis dan ukuran material;
- jumlah panel;
- tingkat kerumitan motif;
- jumlah ornamen;
- jumlah tiang master;
- bentuk tangga dan bordes;
- area void;
- jenis pegangan tangan;
- warna dan finishing;
- kondisi pemasangan;
- lokasi pengiriman dan pemasangan.
Contoh Cara Membuat Perhitungan Awal
Misalnya sebuah tangga mempunyai tiga bidang yang membutuhkan railing:
- bidang tangga pertama;
- bordes;
- bidang tangga kedua sampai void.
Ukur ketiga bagian tersebut mengikuti jalurnya kemudian jumlahkan. Hasilnya dapat digunakan sebagai perkiraan awal total meter lari.
Angka tersebut belum otomatis menjadi ukuran produksi karena kondisi aktual seperti posisi tiang, bentuk bordes, kemiringan, dan sambungan tetap perlu diperiksa.
Foto Lokasi Membantu Perhitungan Awal
Selain ukuran, foto tangga dari beberapa sudut sangat membantu untuk memahami bentuk bidang. Sebaiknya foto memperlihatkan seluruh jalur tangga, bukan hanya satu bagian.
Jika memungkinkan, sertakan foto:
- tangga dari arah bawah;
- tangga dari lantai atas;
- bordes;
- area void;
- titik awal dan akhir railing.
Menentukan Model Setelah Ukuran Diketahui
Setelah gambaran ukuran diperoleh, tahap berikutnya adalah menentukan model. Desain dapat menggunakan pola klasik sederhana, semi minimalis, atau ornamen yang lebih dekoratif.
Ukuran bidang membantu menentukan berapa kali motif dapat diulang dan bagaimana komposisinya supaya tidak terpotong pada bagian tertentu.
Warna dan Finishing
Warna railing dapat disesuaikan dengan konsep interior rumah, lantai, dinding, serta pegangan tangan.
Finishing juga membantu melindungi permukaan besi. Setelah pemasangan, periksa secara berkala apabila terdapat goresan, cat mengelupas, atau tanda korosi pada bagian tertentu.
Informasi yang Perlu Disiapkan Sebelum Memesan
- foto tangga dari beberapa sudut;
- perkiraan panjang setiap bidang;
- foto bordes dan void;
- referensi desain railing;
- pilihan pegangan tangan;
- warna atau finishing yang diinginkan;
- kota lokasi pekerjaan.
Lihat Juga
- 88+ Gambar Railing Tangga Besi Tempa
- Panduan Railing Klasik untuk Tangga dan Balkon
- Spesialis Railing Tangga Klasik Besi Tempa
Pembuatan Railing Tangga Custom LAMHAR
Workshop LAMHAR berada di Cipondoh, Kota Tangerang. Pelayanan utama mencakup Jabodetabek untuk pekerjaan railing tangga, railing balkon, pagar, pintu, teralis, dan pekerjaan besi custom lainnya.
Untuk pekerjaan di luar Jabodetabek, kebutuhan pengiriman, pemasangan, transport pekerja, volume pekerjaan, dan kondisi proyek dapat dibicarakan terlebih dahulu.
Siapkan foto lokasi, ukuran awal, dan referensi desain untuk membantu pembahasan kebutuhan railing tangga.